Wednesday, 1 January 2014

Cerita Nabi Muhammad membelah bulan


Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan- Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah dapat membelah bulan. Apakah benar Nabi Muhammad SAW dapat membelah bulan ? Bagaimana sejarah ceritanya ? Untuk itu pada kesempatan kali iniKumpulan Sejarah telah merangkum dari berbagai sumber untuk menjelaskan hal tersebut. Berikut informasi selengkapnya yang dapat Sobat baca.

Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah BulanDalam sebuah riwayat Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah, berkumpullah tokoh-tokoh kafir Quraisy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk membelah bulan. Mereka berkata, “Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah SAW mengatakan kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”
Mereka lalu menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah SAW memberi isyarat dengan jarinya, maka dengan seketika bulan pun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah SAW berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauhnya jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira tampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang-orang kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama. Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.

Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”
Maka sebagian dari mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir.

Karena peristiwa ini Allah SWT menurunkan ayat Al Qur’an yang artinya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, mereka pun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (QS. Al Qomar 54:1-2)

Dalam sebuah sumber yang admin telusuri, dijelaskan bahwa NASA telah melakukan penelitian, dan alangkah terkejutnya umat manusia mengetahui bahwa benar adanya bahwa bulan pernah terbelah menjadi dua. Dan hal ini sudah diceritakan dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu. SUBHANALLAAH

Berikut ini gambar permukaan bulan yang dipublikasikan oleh NASA.

Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan

Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan

Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan

Cerita Nabi Muhammad SAW Membelah Bulan

Sejarah asal Mula lilin


Sejarah Asal Mula Lilin- Sobat Kumpulan Sejarahmungkin kini sudah akrab dengan benda yang bernama lilin. Apalagi kalau sudah ulang tahun, lilin adalah benda wajib yang harus ada sebelum melakukan make a wish. Kalau gak ada lilin, masak pake obor. Hehehe. Tapi siapa yang tau tentang sejarah lilin, selama ini kita hanya tahu bahwa lilin merupakan alat penerangan yang menerangi kita dikegelapan kala mati lampu. 

Sejarah Asal Mula LilinLilin merupakan penemuan paling awal dari dunia primitif. Dalam sejarah, bangsa Mesir tercatat pertama kali menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Sementara dokumen lain mencatatkan bahwa pada abad I bangsa Romawi menggantikan batang alang-alang dengan sumbu serat yang dimasukan ke lemak cair yang didinginkan lalu kemudian dicelupkan kembali ke lemak cair. Cara ini dilakukan berulang-ulang hingga ketebalan tertentu. Diduga lemak bersumbu bangsa Romawi ini menjadi nenek moyang lilin berbatang yang ada saat ini.
Lilin lemak ini banyak digunakan pada abad pertengahan oleh masyarakat Eropa. Namun saat itu harganya sangat mahal sehingga hhanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan. Akhirnya penelitian tentang lilin terus berlanjut. Akhirnya lemak bersumbu tersebut digantikan lilin dari malam lebah yang beraroma wangi tanpa disertai bau lemak. 

Memasuki abad ke-19, Michel Eygene Chevreul seorang ahli kimia Prancis berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak sehingga menghasilkan asam stearat, bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik. Stearat bersama dua bahan yang ditemukan selanjutnya, yaitu spermaceti dan malam parafin, menjadi bahan baku utama lilin. Bahan ini berasal dari lemak ikan paus dan tidak menimbulkan bau pedas serta pedih dimata saat lilin dinyalakan. 

Mesin pencetak lilin mulai di kembangkan pada abad ke-19. Mesin ini terdiri atas tangki logam yang di panaskan kemudian didinginkan berganti-ganti.Cara kerjanya mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan melalui piston, menembus lilin cair dalam cetakan.Setelah cetakannya dingin, lilin mengeras, lilin didorong keluar oleh piston, lalu sumbunya dipotong.

Meski saat ini sudah banyak sumber pencahayaan yang digunakan, namun tidak mengurangi pesona lilin untuk tetap dicari untuk penerangan. Terlebih dengan bentuk yang unik-unik dan memiliki aroma yang khas. Lilin saat ini banyak digunakan untuk dekorasi interior ruangan serta perayaan upacara keagamaan atau ritual-ritual. 

Sobat sudah taukan sekarang bagaimana asal mula benda yang sering kita tiup setiap hari ulang tahun kita itu. Semoga tulisan ini menambah wawasan informasi tentang benda-benda disekitar kita.

Sejarah Sabun Mandi


Sejarah Sabun Mandi dan Perkembangannya- Sabun mandi adalah benda wajib yang harus selalu tersedia di kamar mandi Anda. Pada jaman modern ini, sabun tersedia dalam berbagai bentuk dan keharuman yang tentunya disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Tetapi apakah Anda pernah bertanya, sejak kapan awal mula sabun untuk mandi muncul? Apakah sudah dalam bentuk yang seperti yang kita miliki sekarang? Berikut ini informasi lengkap mengenai sejarah sabun mandi dan perkembangannya.
Sejarah Sabun Mandi dan Perkembangannya
Asal dari kebersihan pribadi kembali ke zaman prasejarah. Sejak air menjadi bagian yang penting untuk kehidupan, orang pertama hidup dekat air dan tahu sesuatu apa itu properti kebersihan, sedikitnya bagaimana membilas lumpur ke tangan mereka.

Tak ada catatan pasti, kapan nenek moyang kita mulai bersabun. Konon, tahun 600 SM masyarakat Funisia di mulut Sungai Rhone sudah membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu khusus. Mereka juga membarterkannya dalam berdagang dengan bangsa Kelt, yang sudah bisa membuat sendiri sabun dari bahan serupa. Pliny (23 Г 79) menyebut sabun dalam Historia Naturalis, sebagai bahan cat rambut dan salep dari lemak dan abu pohon beech yang dipakai masyarakat di Gaul, Prancis. Tahun 100 masyarakat Gaul sudah memakai sabun keras. Ia juga menyebut pabrik sabun di Pompei yang berusia 2000 tahun, yang belum tergali. 
Di masa itu sabun lebih sebagai obat. Baru belakangan ia dipakai sebagai pembersih, seperti kata Galen, ilmuwan Yunani, di abad II.Tahun 700-an di Italia membuat sabun mulai dianggap sebagai seni. Seabad kemudian muncul bangsa Spanyol sebagai pembuat sabun terkemuka di Eropa. Sedangkan Inggris baru memproduksi tahun 1200-an. Secara berbarengan Marseille, Genoa, Venice, dan Savona menjadi pusat perdagangan karena berlimpahnya minyak zaitun setempat serta deposit soda mentah. Akhir tahun 1700-an Nicolas Leblanc, kimiawan Prancis, menemukan, larutan alkali dapat dibuat dari garam meja biasa. Sabun pun makin mudah dibuat, alhasil ia terjangkau bagi semua orang. Di Amerika Utara industri sabun lahir tahun 1800-an. "Pengusaha-"nya mengumpulkan sisa-sisa lemak yang lalu dimasak dalam panci besi besar. Selanjutnya, adonan dituang dalam cetakan kayu. Setelah mengeras, sabun dipotong-potong, dan dijual dari rumah ke rumah. Begitupun, baru abad XIX sabun menjadi barang biasa, bukan lagi barang mewah.

Sabun tercipta dari reaksi saponifikasi. Saponifikasi (saponification) adalah reaksi yang terjadi ketika minyak / lemak dicampur dengan larutan alkali. Ada dua produk yang dihasilkan dalam proses ini, yaitu Sabun dan Gliserin. Istilah saponifikasi dalam literatur berarti “soap making”. Akar kata “sapo” dalam bahasa Latin yang artinya soap / sabun.

Semakin hari perkembangan sabun semakin pesat, dan sabun pun sudah tidak menjadi barang mewah lagi.

Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan sabun yang digunakan untuk aktifitas mandi pun berkembang di daerah Mediterania dan Arab. Setelah abad kedelapan, banyak negara di Eropa yang menjadi produsen sabun, termasuk, Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris. Sebagian produsen menggunakan minyak zaitun ynag telah terkenal khasiatnya sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bagi produsen yang tidak dapat memperoleh minyak zaitun seperti Inggris dan Perancis, mereka hanya menggunakan lemak hewan dan minyak yang kurang berkualitas sehingga kualitas sabun yang dihasilkan pun kurang bersaing.

Pada jaman modern ini, sabun mandi yang digunakan telah berevolusi. Sabun tidak lagi menggunakan lemak hewan dan minyak tumbuhan alami. Dengan menggunakan teknologi tinggi dan material yang terdapat di alam serta diambil ekstrak terbaiknya, didapatlah sabun yang ternyata memiliki sedikit kesamaan dengan sabun untuk mandi di jaman kuno. Jadi, sekarang Anda tahu ternyata sabun untuk mandi telah muncul dan berkembang sejak ribuan tahun yang lalu.

Sejarah terciptanya BLACKBERRY



Sejarah Terciptanya Blackberry- Sobat pasti sudah tidak asing lagi kan dengan yang namanya Blackberry ? Yap, Blackberry saat ini sudah menjadi layaknya kebutuhan bagi para gadgeters di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Fitur BBM (Blackberry Messenger) yang dihadirkan telah banyak diminati dan malah kalo gak ada pin bbm dikatain norak. Hehe, ya begitulah fenomena dari Blackberry ini.

Sejarah Terciptanya Blackberry
Sebenarnya siapa sih yang menciptakan Blackberry ini ? Bagaimana Sejarah Berdiri, Berkembang, dan Terciptanya Blackberry? Untuk itu pada kesempatan kali iniKumpulan Sejarah akan mencoba membagi ilmu dan wawasan kepada Sobat semua dalam ulasan berikut ini.

Sejarah Blackberry
BlackBerry pertama kali dikenalkan pada tahun 1997. Sejak peluncurannya pada tahun 1999, BlackBerry telah berhasil menghasilkan lebih dari 8 juta pelanggan di seluruh dunia.

Awalnya perjalanannya BlackBerry ingin dinamakan POCKET LINK, dan hampir juga dinamakan STRAWBERRY karena ada kemiripan dengan buah strawberry, namun gagal karena terkesan lembek dan akhirnya perangkat komukasi ini dinamakan BlackBerry.

Di Indonesia sendiri, BlackBerry diperkenalkan pertama kali pada pertengahan bulan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub ini sebenernya adalah Rekan utama BlackBerry di Indonesia dan menjadi bagian dari layanan dalam segala hal teknis mengenal instalasi BlackBerry melalui operator Indosat. Indosat sendiri menyediakan layanan BlackBerry Internet Services dan BlackBerry Enterprise Server. Namun di tahun 2006, Indosat menangani sendiri kerjasama BlackBerry dengan produsen asal Canada, RIM (Research In Motion), untuk memasarkan BlackBerrynya. Selain Indosat, BlackBerry yang resmi saat ini dijual melalui operator XL, telkomsel, AXIS, dan lainya.

Hadirnya BlackBerry di Indonesia bisa dikatakan sangat sukses, dimana saat itu informasi mengalir tiada henti, dan untuk akses untuk mendapatkan informasi tersebut bisa digolongkan cukup mahal di Indonesia. Namun dengan BlackBerry semua masalah itu bisa terselesaikan dengan mudah.

Pertumbuhan pasar BlackBerry memang sungguh sangat mengejutkan, khususnya setelah perangkat komunikasi ini dijual untuk konsumen umum (ritel / individual). Dalam tempo empat bulan setelah layanan BlackBerry On Demand diluncurkan Indosat jumlah pelanggan bertambah 15 ribu, dan angka ini yang cukup fantastis.

Nah, itulah seklumit kisah terciptanya Blackberry yang sehari-hari biasa kita gunakan. Semoga artikel mengenai Sejarah Terciptanya Blackberry ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi penambah bekal wawasan kita.

Sejarah Laut Mati


Sejarah Laut Mati- Laut Mati, membacanya sedikit menyeramkan bukan? Namun pada kenyataannya tidak mematikan. Namun sejarah dan cerita yang mengiringinya cukup membuat tubuh merinding. Laut Mati menjadi bukti kekuasaan Tuhan yang menenggelamkan umat Nabi Luth AS atas maksiat yang mereka lakukan kira-kira 3900 tahun yang lampau, yakni homoseksual. Nah Sobat, mari mengetahui lebih dalam tentang Laut Mati, yang merupakan daerah paling rendah di dunia karena berada pada 420 meter di bawah permukaan laut.

Sejarah Laut Mati
Laut Mati terletak sekitar 50 km dari Amman- ibu negara Jordan,  dan sekitar 95 km dari Mantiqah Karak. Laut Mati sebenarnya bukanlah seperti laut kebanyakan yang bermuara pada samudra. Pasalnya laut Mati hanya seperti danau yang luas. Mengapa disebut laut mati, karena air didanau ini terasa sangat asin dan lahan danau yang sangat luas. 

Dalam bahasa Arab, Laut Mati bernama 'Bahrul Mayyit' yang artinya ya sama yaitu Laut Mati juga. Sedangkan dalam bahasa Ibrani lama menyebutnya dengan  'Yam ha Maved' yang berarti ‘Laut Pembunuh’.
Danau ini memiliki panjang mencapai 47 mil atau sekitar 75 km lebih. Sementara lebarnya mencapai 10 mil atau sekitar 16 km. Kedalam LautMati bisa mencapai 422 meter. Laut Mati ini terletak di persimpangan dan perbatasan beberapa negara. Di sisi sebelah Barat, laut ini diapit oleh negara Israel dan Palestina (Tepi Barat) dan di sisi Timur adalah berada dalam kawasan Yordania.

Kandungan garam laut mati ini adalah 33,7% atau sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa. Setiap benda yang dimasukan kesana akan terpaung karena tingginya kadar garam ini, termasuk juga tubuh manusia. Karena kadar garam yang tinggi juga, semua jenis makhluk hidup tidak bisa hidup disana. Jangankan hidup, berenang pun ikan akan sulit karena dia pasti akan terapung terus.
Sejarah Laut Mati
Air yang berada di Laut Mati merupakan air yang berasal dari sungai Jordan. Akan tetapi, jika air yang sudah masuk ke laut ini tidak akan mengalir dan bergeser dan di buang ke tempat lain. Padahal di tempat lain di Yordan ada juga danau yang tidak asin di tempat lain yang akan menerima aliran air dan memberikan pada orang lain jika sudah berlimpah, termasuk memberi manfaat untuk kehidupan, semisal bisa diminum dan untuk penopang hidup makhluk lain di sekitarnya. 

Sedangkan di laut mati, semua aliran akan berhenti, dan tidak bisa digunakan untuk minum. Bahkan banyak orang yang menjauh dari laut ini, karena juga menyimpan bau garam yang menyengat. 

Sementara itu, Laut Mati juga menyimpan kisah sejarah tentang Laknat Allah terhadap kaum Nabi Luth. Dalam Alquran disebutkan, di sana bahwa Nabi Luth diperintahkan Tuhan untuk memperingatkan kaumnya yang melegalkan perilaku homoseksual. Karena umat Luth mengabaikan seruan sang Nabi, maka Allah memerintahkan Nabi Luth untuk menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah tersebut.
Sejarah Laut Mati
Setelah itu terjadi sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota-kota tersebut diruntuhkan, lalu dijungkirbalikkan hingga semuanya masuk ke dalam Laut Mati ini. Inilah bukti sejarah mematikan dan penenggelaman dari sebuah kaum yang juga berujung pada kematian. Ini pula yang konon melatari penyebutan laut mati dalam berbagai versi, termasuk bahasa Ibrani dan Arab tersebut. 

Nah Sobat sekarang sudah taukan kenapa Danau ini disebut Laut Mati? Secara sejarah dan penelitian yang dihasilkan, memang namanya sudah pas untuk penyebutan Danau ini. Walau banyak orang yang menjauhi, ternyata banyak juga wisatawan yang datang untuk menikmati hari dengan mengapung di atas permukaan air. 

Sejarah Perang Khandaq - Perang Parit


Sejarah Perang Khandaq - Perang Parit

mengulas tentang sejarah memang tidak ada habisnya. Terlebih jika mengulas tentang perang yang membuat kita semakin tahu, bahwa perjuangan kehidupan saat ini, ternyata tidak sebanding dengan mereka yang  yang berjuang dimasa lalu. Dengan sejarah tentunya kita diajari untuk tidak menyerah. Kali ini kita akan membahas tentangPerang Khandaq yang terjadi pada tahun kelima Hijriah.

Perang Khandaq atau yang lebih disebut sebagai Perang Parit berawal ketika kaum Yahudi melanggar perjanjian damai dengan umat Islam. Kaum Yahudi tersebut malah bergabung dengan kaum kafir Quraisy dan menyiapkan pasukan sebanyak 10.000 orang dan dipimpin oleh Abu Sufyan. Sedangkan Nabi Muhammad SAW hanya dapat mengumpulkan sebanyak 3000 prajurit muslim. 

Mengapa disebut Perang Parit? Pasalnya dalam perang tersebut kaum muslimin menggali parit yang digunakan untuk perlindungandi perbatasan kota Madinah. Ini sesuainya dengan sarran yang diberikan sahabat Nabi dari Persia, Salman Al-Farisi. Menurut Salman, dengan dibuatnya parit di perbatasan, maka pasukan musuh akan terhambat. 

Proses penggalian parit memakan waktu hingga enam hari. Namun ketika proses penggalian itu dilaksanakan,Salman dan kaum muslim lain menemukan batu putih yang sangat besar dan keras. Karena tidak mampu memecahkan batu tersebut, akhirnya mereka memanggil Rasulullah SAW. Nabi pun segera datang dengan membawa kapak. 

Pada pukulan pertama, batu itu pecah sepertiganya dan mengeluarkan kilatan cahaya dari arah Syam. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Syam (Suriah). Pada pukulan kedua, sepertiga lagi pecah dan mengeluarkan cahaya dari arah Persia. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Persia. Pukulan ketiga memecahkan sepertiga sisa batu tersebut dan memancarkan cahaya dari arah Yaman. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Yaman.

Sejarah Perang Khandaq - Perang Parit

Ketika pasukan musuh tiba di Madinah, mereka heran melihat keadaan tersebut. Pasalnya strategi ini baru kali pertama mereka lihat dalam peperangan. Mereka belum pernah menyaksikan strategi seperti itu sebelumnya. Pengepungan pun terjadi selama sebulan lamanya. Namun selama itu pula tidak pernah terjadi peperangan terbuka. 

Baik kaum muslimin maupun kaum quraisy hanya salaing melemparkan panah dan perang tanding. Beberapa ksatria Quraisy seperti Amr bin Abdul Wudd, Ikrimah bin Abu Jahal dan Dinar bin Khattab maju menyebrangi parit. Mereka menantang perang tanding. Mereka dihadapi oleh pahlawan-pahlawan Islam seperti Ali bin Abi Thalib.

Namun mereka gagal memenangkan pertarungan. Pada Perang Parit sebanyak 700 orang lelaki Bani Kuraizah dihukum bunuh oleh tentara muslim karena dosa mereka yang besar sekali. Dengan kemenangan ini juga, maka berakhirlah riwayat bangsa Yahudi di Madinah. Mereka banyak yang pindah ke Syiria dan Khaibar.

Perang khandaq adalah perang yang unik. Dikatakan unik karena dalam perang ini tidak seorang Muslimpun keluar dari kota Madinah. Kaum Muslimin dikepung di dalam kota Madinah selama hampir sebulan. Yang mengepung adalah pasukan kafir Musyrikin yang bersekutu bersama Yahudi. 

Kisah Perang Khaibar


Perang Khaibar


ketangkasan-sahabat-nabi

Khaibar adalah daerah yang ditempati oleh kaum Yahudi setelah diusir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Madinah tatkala mereka melanggar perjanian damai. Di sana mereka menyusun makar untuk melampiaskan dendamnya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Islam, dan kaum muslimin.
Dendam Yahudi memang telah menumpuk; mulai terusirnya Bani Qainuqa, Bani Nadhir, terbunuhnya dua tokoh mereka, hingga pembantaian terhadap Bani Quraizhah dan sejumlah tokoh mereka yang dibunuh oleh kaum muslimin.
Telah lewat pembahasan bahwa kaum Yahudi adalah penggerak pasukan Ahzab pada Perang Khandaq. Ini berarti kali yang keempat Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi umat Yahudi agar kita mengetahui bagaimana sejarah hitam umat Yahudi dan dendam mereka yang sangat mendalam terhadap Islam.
Pasukan Berangkat
Pada bulan Muharram tahun ketujuh Hijriah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama 1400 sahabat yang ikut di Hudaibiyah berangkat menuju Khaibar. Telah kita ketahui bahwa sepulang mereka dari Hudaibiyah Allah menurunkan ayat sebagai janji kemenangan dari-Nya dan perintah untuk memerangi Yahudi di Khaibar dalam firman-Nya:
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan) mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 20)
Ulama ahli tafsir mengatakan bahwa Allah menjanjikan harta rampasan (ghanimah) yang banyak kepada kaum muslimin, sebagai pendahuluannya adalah harta rampasan yang mereka peroleh pada Perang Khaibar itu. Adapun orang-orang badui atau munafik tatkala mereka mengetahui para sahabat akan menang dan mendapat rampasan perang, maka mereka untuk ikut dalam peperangan tersebut supaya mendapat bagian darighanimah maka Allah berfirman,
Orang-orang Badui yang tinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, “Biarkan kami, niscaya kami mengikuti kamu.’ Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, ‘Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya.’ Mereka mengatakan, ‘Sebenarnya kamu dengki kepada kami.’ Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.” (QS. Al-Fath: 15)
Demikian itu karena Allah telah mengkhususkan rampasan Perang Khaibar sebagai balasan jihad, kesabaran, dan keikhlasan para sahabat yang ikut di Hudaibiyah saja.
Para sahabat berangkat dengan penuh keyakinan dan besar hati terhadap janji Allah, sekalipun mereka mengetahui bahwa Khaibar merupakan perkampungan Yahudi yang paling kokoh dan kuat dengan benteng berlapis dan persenjataan serta kesiapan perang yang mapan. Mereka berjalan sambil bertakbir dan bertahlil dengan mengangkat suara tinggi hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dan memerintahkan agar merendahkan suara sebab Allah Maha Dekat, bersama kalian, tidak tuli, dan tidak jauh. (Bukhari: 4205)
Sebelum subuh mereka tiba di halaman Khaibar, sedang Yahudi tidak mengetahuinya. Tiba-tiba ketika berangkat ke tempat kerja, mereka (orang-orang Yahudi) dikejutkan dengan keberadaan tentara; maka mereka berkata, “Ini Muhammad bersama pasukan perang.” Mereka kembali masuk ke dalam benteng dalam keadaan takut. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allahu Akbar, binasalah Khaibar. Sesungguhnya jika kami datang di tempat musuh maka hancurlah kaum tersebut.” (Bukhari dan Muslim)
Kaum muslimin menyerang dan mengepung benteng-benteng Yahudi, tetapi sebagian sahabat pembawa bendera perang tidak berhasil menguasai dan mengalahkan mereka hinga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Besok akan kuserahkan bendera perang kepada seseorang yang Allah dan Rasul-Nya mencintai dan dia pun mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya.” Maka para sahabat bergembira dengan kabar ini dan semua berharap agar bendera tersebut akan diserahkan kepadanya, hingga Umarradhiallahu ‘anhu berkata, “Aku tidak pernah menginginkan kebesaran, kecuali pada Perang Khaibar.”
Pada pagi hari itu para sahabat bergegas untuk berkumpul di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing berharap akan diserahi bendera komando. Akan tetapi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambertanya, “Dimanakah Ali?” Meraka menjawab, “Dia sedang sakit mata, sekarang berada di perkemahannya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Panggillah dia.” Maka mereka memanggilnya. Aliradhiallahu ‘anhu datang dalam keadaan sakit mata (trahom), lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi matanya dan sembuh seketika, seakan-akan tidak pernah merasakan sakit. Beliau menyerahkan bendera perang dan berwasiat kepadanya, “Ajaklah mereka kepada Islam sebelum engkau memerangi mereka. Sebab, demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah seorang di antara mereka lewat tanganmu maka sungguh itu lebih baik bagimu dari pada onta merah (harta bangsa Arab yang paling mewah ketika itu).” (Muslim)